Showing posts with label Visual Effect. Show all posts
Showing posts with label Visual Effect. Show all posts

Friday, 20 March 2015

Membuat Efek Glitch dengan After Effect

Pada tutorial-tutorial After Effect sebelumnya, kita sudah membahas berbagai topik seperti animasi dasar, Composition, Menambahkan Style, sampai menggunakan Sistem Partikel.
Nah, pada tutorial kali ini, kita akan belajar cara membuat efek pada teks. Efeknya mungkin sering anda lihat, di iklan-iklan sampai intro film, yaitu efek Glitch. Efek ini membuat objek dan layar bergoyang-goyang tak tentu secara acak , menimbulkan kesan rusak.

Misalnya, seperti video dibawah. Pada intro teks diawal video, terlihat efek glitch pada teks cgrafis.


Nah, Untuk membuat efek glitch yang sederhana, silahkan ikuti tutorial dibawah:

1.    Buka After Effect, lalu buat Composition Baru pada menu Composition > New Composition.


2.    Masukkan nama Composition, atur ukuran video yang diinginkan, dan atur juga durasinya. Disini, saya mengaturnya seperti gambar dibawah.


3.    Nah, di Composition baru ini, silahkan ketikkan teks yang di inginkan. Untuk membuat teks gunakan Text Tool (Ctrl+T) lalu klik di jendela Preview.




4.    Supaya teks berada ditengah-tengah, anda bisa memunculkan Title/Action Safe berbentuk garis-garis sebagai Guide. Silahkan tempatkan teks di titik tengah garis.


5.    Di jendela Project, klik kanan lalu pilih Import > File, lalu pilih file video Screen Glitch. Jika anda belum punya video Screen Glitch, anda bisa mendapatkan salah satunya disini.


6.    Pastikan video Screen Glitch sudah muncul di jendela Project.


7.    Sekarang, drag video Screen Glitch ini ke Timeline.


8.    Pada menu Layer > New > Adjustment untuk membuat layer Adjustment baru di timeline.


9.    Di timeline, seleksi layer Adjustment lalu pilih menu Effect > Distort > Displacement Map.


10.    Di pengaturan Displacement Map ini, ubah Displacement Map Layer menjadi video Screen Glitch.


11.    Di timeline, sembunyikan layer Screen Glitch dengan mengklik ikon mata di sebelah kiri.



12.    Sekarang, coba lihat di jendela Preview. Tekan play atau tombol Spasi di keyboard. Terlihat, teks akan sedikit bergerak-gerak. Ok, sampai sini efek Glitch sudah ada, namun kurang besar . . .


13.    Kembali lagi ke parameter Displacement Map, lalu perbesar nilai Max Horizontal Displacement dan Max Vertical Displacement menjadi 40.


14.    Nah, coba play lagi dan lihat di jendela preview. Sekarang, efek Glitch tampak lebih besar.


15.    Ok, sekarang kita akan membuat efek Glitch ini sebagai Transisi atau sebagai efek perantara perpindahan teks. Untuk itu, buat lagi teks kedua menggunakan Text Tool, dimana disini saya menulis “Tutorial Komputer Grafis”.


16.    Di jendela Timeline, seleksi teks CGRAFIS, lalu geser ujung (akhir) nya sehingga hanya sampai ke detik 2 saja. Lihat Gambar . . .



17.    Sekarang, Seleksi teks kedua lalu geser ujung (awal) nya ke detik ke 2. Disini, saya membuat teks berubah dari “CGRAFIS” menjadi “Tutorial Komputer Grafis” pada detik ke-2 dengan mengatur ujung awal dan akhirnya seperti langkah diatas.


18.    Ok, sekarang langkah terakhir seleksi Adjustment Layer lalu geser ujung kiri dan kanannya mendekati detik ke-2 seperti gambar dibawah, sehingga layer ini enjadi pendek di Timeline. Pastikan bagian tengah layer ini sejajar dengan perpindahan dua layer teks, yaitu pada detik ke-2.


19.    Nah, sekarang coba play lagi animasi-nya. Hasilnya kira-kira seperti gambar dibawah . .

 
Hasilnya memang sederhana ya, mengingat disini kita hanya mengatur Nilai Max Horizontal-Vertical saja. Jika anda ingin hasil yang lebih “Greget” lagi, mungkin bisa mencoba bereksperimen dengan berbagai parameter efek Displacement Map.

Di video atas, saya menggunakan empat buah Adjustment Layer (dengan efek Displacement Map) dengan nilai Max Horizontal-Vertical yang berbeda-beda, dan menggunakan teknik Masking agar hanya bagian tertentu saja dari teks yang terkena efek Glitch. Hasilnya seperti ini:


Lebih jauh lagi, anda bisa membuat efek Glitch yang keren dan Futuristik seperti video dibawah:

Video 1
Video 2

Ya, mungkin hanya ini yang bisa saya tulis, semuga tutorial ini bermanfaat dan menambah ilmu baru buat semuanya. Terimakasih . . .

Saturday, 7 February 2015

Efek Teks The Matrix - After Effect dan Trapcode Particular

Artikel ini ditulis oleh Randi Prasetyo. Menjelaskan tentang bagaimana menggunakan sistem partikel (Trapcode Particular) dengan membuat efek Teks The Matrix
Ok lah,seperti biasa yg bakal dibutuhin adalah After effect (gw masih pake CS4 gan),ama plug-in eksternal Trapcode Particular. kalo udah siap,yuk mari belajar bersama.

Well, iseng-isang kemaren coz penasaran sama efek tulisan matrix tuh yg tulisan ijo jalan kebawah,coba coba dah (Dan untungnya) berhasil. versi simpelnya si bisa dibuat di software particle illusion,berhubung ane ga pernah make ni gan, jadi berjuang dengan AE tercinta neh.


Aku gak tau particle illusion juga bisa apa ga, tapi dengan tulisan matrix kita yg pake particular ini,kita bisa nambahin efek Depth of Field di dalemnya,mungkin ini berguna buat temen” smw yg pada mau bikin bumper,ato video presentasi neh.


Step by Step

Seperti biasa, buat Composition baru. Lalu buat juga layer solid untuk ditambahin efek particular nantinya.


Sekarang, tambahkan efek Particular ke layar solid seperti gambar diatas.


Kalo udah,sekarang waktunya kita atur effect particular (yg Alhamdulillah ada banyak gan). pertama rubah dulu Sub-class Emitter,Emitter type kita ganti jd box ,dimana ntar jadinya ya partikel kluar dari bentuk kubus.



Trus kita ganti Emitter sizenya,ini berarti kita akan ganti seberapa besar kubus tempat keluarnya si partikel.


ini opsional aja sih,disini aku pake Emitter size:

X: 1500
Y:500
Z:3000

Kurang lebih segitu lah,fungsi Emitter Z kubuat besar supaya penyebaran partikel pada sumbu z lebih besar dan fungsi DoF lebih kliatan aja.

Sekarang waktunya kita bikin composition ukuran 50x50 pixel,ini buat huruf-huruf yg gonta ganti. Kecil emang,supaya enteng aja gan,kasian komputernya kalo kita pake gede resolusinya.



Ok, konsepnya gini,huruf yg gonta ganti itu akan direpresentasikan oleh tiap partikel yg kita buat tadi. Jadi bentuk partikel bukan lagi bulatan kecil kayak salju, tapi berubah menjadi huruf-huruf yang berubah beberapa detik sekali.


Supaya huruf tersebut berubah-ubah, kita harus mengaturnya dulu. Caranya, buka pilihan submenu di layer text lalu pilih menu Animate>Character Offset. Secara teknis, character offset ini akan merubah huruf sesuai nilai yang dimasukkan, dan berdasar pada susunan alphabet. Jadi gini gan, misalnya huruf "A", kita atur nilai character offsetnya menjadi '1', maka huruf "A" tersebut akan berubah menjadi "B". Kalau nilai character offset 2 maka akan berubah menjadi "C" dan seterusnya.



Untuk mengubah-ubah tulisan, tinggal animasikan aja nilai character offset ini. Pasang keyframe di 0 second,lalu terserah (idealnya 15 second) dkasih angka diatas 150,disini aku pake 173.


Trus biar partikel gda yg merepresentasikan black sreen,kita geser work end area sejajar dengan keyframe terakhir yang barusan kita buat, kayak gambar dibawah.



Kalo uda kita balik ke comp yg pertama kita bikin partikel tadi,trus geser comp yg kita buat tulisan dari jendela project ke timeline dibawah layer partikel. buat layer huruf ini ga keliatan (visibility ato gambar mata di paling kiri itu click aja).


Sekarang supaya partikel merepresentasikan tiap huruf, ganti Particle type jadi Textured Polygon,abis itu
yg dibawahnya jadi “Start at Birth – Loop” dan size gedein jadi +- 35 biar kayak gambar dibawah.


Sekarang waktunya menghias,biar makin keliatan kayak matrix,kita kasih effect Stylize – Glow


Trus biar ada warnanya (sebenernya tadi di partikel bisa pilih texture colorize polygon,tapi males mau
edit lagi gan),jadi pilih effect>Color correction>Tint.


Di Map white to kita ganti warnanya jadi (terserah dah,kalo ane sih….) hijau


Nah,udah jadi tu Matrix Effect,biar kliatan nyeni aja,kita kasih Layer-Camera gan. Ubah focus jadi 1000 dan Apperture jadi 230 aj,kalo mau eksperimen juga makin keren tuh . .


Dan kini efek matrix buatan sendiri udah beres dan bisa temen” pake.



Smoga dikit ilmu ini bisa brguna buat temen” smua Dan smoga aja ini mampu mnginspirasi tmen” juga . . . hehe,smoga berhasil gan

Regards,

Randi Prasetyo
facebook.com/everise.randi
VFX Artist at Infinite Studio 

Friday, 7 March 2014

Mengenal Blender Game Engine

Halo semuanya, apa kabar . . .
Sapaan tersebut mungkin cocok untuk mengawali postingan kali ini, mengingat sudah 1 sampai 2 bulan lebih saya gak menulis tutorial disini.

Ok, langsung saja ya ke topiknya. Disini, kita akan belajar membuat simulasi di Blender menggunakan fasilitas BGE (Blender Game Engine). kita bisa membuat simulasi sederhana bahkan kompleks dengan sistematis, fleksibel dan keren seperti saya . hahaa . . .


Nah, selain BGE, disini juga akan membahas tentang material, tekstur dan rendering video. kita akan membuat material yang mengkilap pada lantai, material stik yang mempunyai corak belang dan mengatur pencahayaan supaya lebih terasa kedalamannya. hasilnya kira-kira seperti video dibawah:




Berikut adalah langkah-langkahnya:


1. Hapus objek cube default, lalu buatlah objek plane dengan ukuran yang cukup besar.


 2. Duplikat objek plane tersebut, lalu tekan tombol Tab untuk merubahnya ke Edit Mode. Tekan Delete lalu hapus semua vertices pada objek.


 3. Masih dalam Edit Mode, atur sudut pandang menjadi Right Ortho (dari sebelah kanan). Tahan tombol Ctrl lalu klik untuk membuat vertices baru.


4. Tekan tombol E, lalu geser untuk membentuk vertices-vertices baru sehingga posisinya membentuk objek seperti dibawah.

5. Setelah membentuk, seleksi semua vertices dengan menekan tombol A. pastikan Origin (titik pusat gerakan) berada ditengah objek, lalu tekan tombol Spin.


6. Atur Degrees=360 , lalu pada Axis, atur X=0, Y=0 dan Z=1 sehingga putaran hanya bertumpu pada sumbu Z saja.


7. Setelah membentuk seperti objek, tekan kembali tombol A untuk menyeleksi semua vertices. Klik tombol Remove Doubles untuk menghapus vertices yang ganda. Setelah itu, tekan tombol Tab untuk mengubah mode ke Object Mode.


8. Buatlah objek Plane, lalu pada sudut pandang Right Ortho, putar plane ini kira-kira 45-70 derajat seperti gambar disamping.


9. Sekarang, seleksi objek stik lalu kecilkan ukurannya kira-kira menjadi 15-10% dari ukuran semula.


10. Ok, peralatan sudah siap. Sekarang kita tinggal membuat simulasinya . . .


11. Seleksi objek stik dan tambahkan Modifier Subdivision Surface agar permukaannya menjadi lebih halus.


 12. Atur posisi stik sehingga berada di atas seperti gambar disamping.


13. Di panel info (menu yang berada diatas), pada pilihan Engine, pilih Blender Game.


14. Seleksi objek stik lalu di panel Properties, klik tab Physics. Pada rollout Physics, atur Physics type=Riggid Body. Aktifkan Antisotropic Friction supaya objek tidak terlalu licin, lalu pada Attributes, atur nilai Mass=2.5.


15. Di rollout paling bawah, aktifkan ceklis Collision Bounds dengan tipe Convex Hull supaya saat simulasi, bentuk objek sama persis dengan bentuk di viewport ketika saling bertabrakan. Silahkan ber eksperimen dengan nilai-nilai lainnya supaya lebih mengerti . . .


16. Di viewport, coba tekan tombol P dan tunggu sebentar sampai semua objek muncul. Setelah semua objek muncul, anda akan melihat objek stik akan jatuh, memantul ke papan yang miring dan jatuh kembali kebawah.


17. Agar lebih keren, di viewport Top Ortho (Numpad 7) copy objek stik beberapa kali menggunakan Shift+D. saya mendapatkan objek stik menjadi sepuluh buah . . .


18. Ok, di viewport perspective, kira-kira akan menjadi seperti ini


19. Tekan kembali tombol P, lalu tunggu lagi beberapa saat (kali ini mungkin agak lama). Dan . . . hasilnya semua objek stik akan jatuh, memantul, menggelinding dan kembali bangun karena bentuknya yang berat kebawah.


20. Ok, mungkin anda ingin menyimpan gerakan ini menjadi keyframe. Caranya cukup mudah, tinggal aktifkan ceklis Record Animation pada menu Game (di atas).


21. Supaya kecepatan engine belender sesuai dengan keyframe nantinya, di tab World atur nilai FPS=25. Kalau anda tidak merubah nilai FPS ini, animasi akan seperti slow motion (gerakan lambat).


22. Sekarang, tekan tombol P lagi dan tunggu sampai anda mendapatkan gerakan yang diinginkan. Setelah selesai, tekan tombol Esc untuk keluar dari jendela Physics. Dan, gerakan pun secara otomatis akan berubah menjadi animasi keyframe. Untuk membuktikannya, coba geser timeslider pada timeline atau play animasi (Alt+A).


23. Ok, animasi sudah selesai. Saatnya memberikan material pada semua objek. Agar pemberian material dan rendering lebih sempurna, ubah kembali Blender Engine menjadi Blender Render.


24. Seleksi objek lantai lalu pada tab material, buatlah material baru dengan menekan tombol New. Ubah nama material menjadi “Lantai”. Setelah itu, atur warna Diffuse menjadi warna biru tua.


25. Dibagian bawah, aktifkan Rolout Mirror lalu atur Reflectivity=0.15 supaya objek lantai ini memantulkan objek disekitarnya seperti cermin (Mirror=cermin).


26. Sekarang, seleksi objek plane yang miring lalu buat material baru untuk objek ini dengan nama “Penahan”. Atur warna Diffuse-nya menjadi hijau muda.


27. Seleksi objek stik, lalu pada tab material buatlah material dengan nama “Objek”. Atur warna Diffuse menjadi merah segar dan pada Rollout Specular, atur tipenya menjadi Wardiso.


28. Di tab Textures, buatlah tekstur baru dengan menekan tombol New.


29. Ubah nama tekstur ini menjadi “Belang” lalu atur Type-nya menjadi Wood.


30. Pada rollout Colors, aktifkan ceklis Ramp lalu atur nilai Brightness=0 dan Contrast=5.


31. Di rollout Woods, klik pilih tombol Sinedengan tipe Ring Noise. Dibawahnya, atur tipe Noise menjadi Soft. Setelah itu, atur Size=0.35 dengan Turbulence=2. Di rollout Mapping, atur projection menjadi Tube.


32. Ok, terapkan material objek ini ke semua objek stik lainnya sehingga semuanya mempunyai material yang sama. Untuk menerapkan material, tinggal seleksi objek lalu pada tab material, pilih Browse Material (disamping tombol New) dan pilih material Objek seperti gambar dubawah.


33. Terakhir, atur sudut pandang kamera menjadi seperti gambar disamping.


34. Untuk pencahayaan, buatlah cahaya dengan type Sun yang menyorot kearah objek.


35. Atur warna cahaya menjadi putih kekuning-kuningan dan atur Energy=0.7 dan aktifkan Ray Shadow.


36. Seleksi objek cahaya lalu tekan Shift+D untuk menduplikat cahaya tersebut. Di viewport Top, putar arah cahaya sehingga mengarah ke objek.


37. Supaya warna cahaya seimbang, atur warna cahaya ini menjadi biru langit dengan Energy=0. Di rollout Shadow, pilih tombol No Shadow sehingga cahaya ini tidak akan menghasilkan bayangan.



Nah, mungkin hanya ini yang bisa saya tulis untuk kali ini. Semoga tulisan ini memberikan tambahan ilmu dan bermanfaat. Wassalam . . .