Showing posts with label Software. Show all posts
Showing posts with label Software. Show all posts

Wednesday, 5 August 2015

Aplikasi Web Absensi Entry Data Pekerjaan Perusahaan

Aplikasi Web Absensi Entry Data Pekerjaan - Sebuah perusahaan penanaman modal asing biasa disingkat PMA memiliki perbedaan cara pandang terhadap setiap pegawai. Salah satunya adalah pegawai akan dilihat dari tingkat kerajinan seperti kerajinan, efektivitas kerja dan absensi.

Aplikasi Web Absensi Entry Data Pekerjaan Perusahaan

Khusus untuk absensi jika biasanya untuk perusahaan lokal cukup hanya melakukan fingerpint atau menggunakan kartu kehadiran. Namun berbeda halnya dengan jenis perusahaan luar. Disini team contoh telah menyelesaikan salah satu proyek yang berasal dari perusahaan PMA. Untuk konsepnya cukup sederhana, pegawai yang terdaftar hanya perlu login lalu mulai mengisi form absensi.

Setiap pegawai yang terdaftar diperusahaan tersebut diberi otorisasi dari admin sistem berupa username dan password. Untuk tampilan aplikasi web absensi entry data pekerjaan adalah sebagai berikut :
Isi Form Absensi Web
Isi Form Absensi Web
Form Pengisian Absensi Online
Form Pengisian Absensi Online
Tanggal dibuat menggunakan plugin jquery untuk memudahkan pemilihan tanggal secara tepat. Jam mulai menandakan si pegawai mulai mengerjakan sebuah pekerjaan misalnya saja pekerjaan drawing, administrasi dan sejenisnya. Jam selesai menandakan pekerjaan tersebut selesai.

Kategori pekerjaan berupa cost center dan nomor proyek digunakan untuk membedakan setiap jenis pekerjaan.
Fungsi Aplikasi Web Pekerjaan
Fungsi Aplikasi Web Pekerjaan
*klik gambar untuk memperbesar.

Keterangan :

1. Daftar Bulan
Absensi pekerjaan diisi berdasarkan bulan, misal jika bulan ini adalah bulan Agustus maka pilih dimenu sebelah kanan bulan Agustus.

2. Minimize
Perkecil atau jadikan icon, untuk memperbesar lebar tabel absensi.

3. Tanggal Absensi
Dalam satu hari ada beberapa pekerjaan yang harus dikerjakan.

4. Jumlah Entry Data
Menunjukan jumlah isian pekerjaan.

5. Pengurutan Data
Data dapat diurutkan berdasarkan judul kolom, misal tanggal, nomor proyek dan cost center.

6. Export Data
Data hasil entri dapat di export ke dalam beberapa type, misalnya saja CSV, Excel, PDF.

7. Pencarian
Pencarian data secara cepat.

8. Pagging
Kami rasa Anda sudah tahu fungsi ini.

Tampilan halaman admin.
Halaman Administrator Entri Pekerjaan
Halaman Administrator Entri Pekerjaan
Demikian informasi tentang aplikasi web absensi entry data pekerjaan perusahaan, semoga informasi yang kami sampaikan dapat menjadi media inspirasi.

Saturday, 7 February 2015

Perkenalan dengan Blender dan 3D

Artikel ini ditulis oleh Randi Prasetyo. Menjelaskan tentang seluk beluk dunia 3D, CGI dan juga hal teknis lain seperti objek, material, proses pencahayaan dan juga simulasi. Walau penulis menggunakan blender sebagai referensi, semua penjelasan bisa juga dipakai oleh anda pengguna software 3D lain.


Ketika ditanya “apa itu 3D”? orang kebanyakan akan menjawab film animasi, film anak anak, gambar komputer, film yg gambarnya bisa keluar.Well,semua jawaban itu mungkin akan mengacu pada 3D meski topik bahasan 3D sebenarnya lebih luas dari itu.3D bukan hanya kita membuat sesuatu,ini ditaruh sana,itu ditaruh sini lalu mengambil gambarnya,ya  nggak salah sih dengan  pemikiran itu,tapi  semua orang akan memilih menjadi 3D artist saja kalau pekerjaannya sesimple itu.

Kita analogikan ketika kita membuat sebuah makanan, nasi goreng katakanlah, untuk membuat nasi goreng tentunya yg kita butuhkan bukan hanya nasi dan minyak kan?kita membutuhkan garam,bawang,sayuran dan mie sebagai pelengkap,kecap,saus tomat dan sambal sebagai pewarna,daging,beberapa sayuran seperti selada dan irisan  tomat  dan mungkin krupuk beserta sedikit kacang mede untuk memberikan sensasi rasa yg istimewa,untuk menciptakan nasi goreng tentu saja kita membutuhkan spatula,wajan dan kompor sebagai peralatan masak.Ketika sudah matang,nasi itu pastinya akan kita tuang di atas piring,kita hias dengan indah dan kita ambil sudut yg tepat untuk kita foto agar bisa kita upload di jejaring sosial untuk kita ceritakan pada teman kita tentang kreasi kita dan mungkin mereka menyukainya,meminta kita membuatkan untuk mereka dan berujung kita mendapat keuntungan dengan menjualnya,bisa jadi kan?

Bekerja dengan komputer untuk menghasilkan gambar 3D sebenarnya tidak terlalu jauh dari itu (kecuali kita nggak perlu khawatir terhadap minyak panas yg bisa membuat tangan melepuh,ya kita tak perlu memikirkan itu) , kita membuat sesuatu,kita warnai,tempatkan di tempat yg semestinya,kita memikirkan setiap detail agar benda itu menjadi seindah atau serealistis yg kita inginkan,lalu mengambil gambar dari sudut yg tepat agar memberikan pandangan artistik dengan sudut dan komposisi yg tepat.Dan untuk menghasilkan gambar itu peralatan yg kita butuhkan adalah software 3D,dalam bahasan ini kita menggunakan blender.

Blender adalah software 3D open source yg bekerja dan berintegrasi dengan menggunakan bahasa python dan  diciptakan oleh seorang berkebangsaan Belanda bernama Ton Rosendaal,untuk mendapatkan software ini ataupun mendapatkan info lebih lengkap silakan kunjungi www.blender.org. Hal yg teristimewa dari blender 3D adalah ia gratis (kan open source) dan ringan , berbeda dengan software lain yg membutuhkan HDD berGiga-giga dan harus membayar lisensi untuk menggunakannya seperti 3Ds Max, Cinema 4D, Maya, Zbrush, Daz, dkk. Ketika Software lain membutuhkan render engine tambahan (yg harus bayar lisensi lagi) untuk mendapat hasil gambar optimal, blender sudah memiliki render engine yg bernama cycle di dalamnya dan ia menghasilkan gambar realis yg hasilnya bisa diadu dengan render berbayar seperti Octane,Vray,Mental Ray dll.


Contoh Render Cycle Engine
Contoh render blender dan cycle: “Candle Light Dinner”

Dalam dunia 3D (biasa disebut juga dengan CGI : Computer Generated Image atau Computer Graphics Imagery), hampir semua bentuk dibuat dengan bentuk segitiga.Yah mungkin ada banyak tool atau bentuk dasar yg membuat kita bekerja dengan bentuk segiempat,kurva,persamaan matematika dll yg tidak mungkin penulis sebut kesemuanya,tetapi ujung dasar dari semua bentuk itu tetap saja kembali lagi,”segitiga”.Kalau orang jaman dulu bilang “komputer bego”,ya pada kenyataannya memang bener sih,komputer memang bego karena dia ngertinya Cuma bentuk segitiga,tapi di sisi positifnya komputer cerdas banget,paham bener soal urusan segitiga ini.Dan syukurnya ada banyak orang jenius di luar sana (seperti orang di belakang layar semua 3D software) yg mengembangkan tool supaya kita bisa bekerja dengan bentuk segiempat yg tersusun dari bentuk segitiga yg teramat sangat memudahkan pekerjaan kita,dan mungkin kita juga nggak paham bahwa sebenarnya kita bekerja dengan bentuk segitiga (contohnya penulis yg baru sadar tentang itu setelah beberapa tahun menggunakan blender).Untuk memudahkan pemahaman,silakan lihat contoh gambar dibawah,sebuah balok yg tersusun dari objek segitiga,yah ok mungkin memang benar pada awal ia merupakan objek segiempat,namun sebenarnya jika kita melihat basic bentuknya,ia adalah gabungan objek
segitiga.
kubus blender
Balok yg tersusun dari objek segitiga

Dan dari kemudahan itulah kita akan mampu menciptakan banyak bentuk indah dari 3D meskipun kita tetap secara dasar menggunakan bentuk segitiga.

Contoh geometri dasar blender
Contoh bentuk dasar :plane , box , circle , uv sphere , ico sphere , cylinder , cone 

Torus dan Suzanne (Suzanne adalah mascot blender)

”Strike Freedom Gundam”


Dalam editing suatu bentuk objek 3D itu sendiri,terdapat hal yg harus kita mengerti untuk memudahkan editing objek,yaitu vertices atau titik , edge atau garis , dan face atau bidang. Kesemuanya memiliki fungsi masing masing untuk memudahkan kita dalam membuat bentuk yg akan kita pahami lebih lanjut ketika sudah memasuki proses modelling (pembentukan) objek

vertices , edge , face
vertices , edge , face


Bayangkan jika kita memiliki rumah yg begitu besar dengan perabotannya tapi kesemuanya tak berwarna,atau warnanya putih,tentu saja itu membuat mata tak nyaman dan membosankan bukan?hal tersebut juga berlaku dalam 3D , sekeren apapun objek yg kita buat tapi tanpa warna apalah artinya.Material,merupakan salah satu elemen esensial dalam 3D , bagaimana kita bisa mengatakan itu logam jika tanpa kilap?bagaimana kita bisa tetap ngotot berkata itu kaca jika itu tak transparan?atau kita berkata itu lampu menyala tapi tak nampak cahaya di objek lampu itu?yah mungkin gambar kita hanya akan menjadi seperti bentuk yg dibuat dengan menggunakan kertas karton,tapi dengan pemberian material yg tepat,tentu saja tujuan kita akan tersampaikan,dan penikmat gambar juga memahami pikiran kita,warna juga menambah kesan realis dan ketertarikan seseorang terhadap gambar.Berikut beberapa contoh material dan texture dalam blender cycle.

atas   : tanpa material , diffuse, transparent, velvet, subsurface scattering , glossy,hair
bawah  : toon,refraction,glass,transluscent,emission,anistropic

atas  : tanpa tekstur ,noise,musgrave,magic,voronoiBawah  :brick,wave,checker



Tentu saja itu bukanlah keseluruhan material ataupun texture yg dimiliki oleh blender,material material di atas tentu saja tak bisa merepresentasikan sesuatu yg ada di dunia nyata,kita ambil contoh keramik yg memiliki kilap tapi juga berwarna terang,pada kasus itu kita menggunakan material “mix” yg cara kerjanya menggabungkan 2 material atau lebih dengan rasio tertentu,selain itu kita juga harus menempatkan “texture” yg tepat karena seyogianya tiada satupun benda di dunia nyata yg mulus tak bertekstur.Penguasaan terhadap kedua hal itu hanya bisa diperoleh dengan pengalaman,percobaan,trial and error,penulis ataupun tutor manapun hanya mampu memberikan pemahaman basic dari kecenderungan setiap material yg akan kita bahas lebih lanjut nantinya.

Tanpa Pencahayaan, Dengan Pencahayaan


Hal yg juga tak kalah pentingnya adalah lighting dan shadow (pencahayaan dan bayangan).segala benda yg bisa dilihat mata tentunya memiliki bayangan,akan menjadi aneh bila kita membuat sesuatu tapi tanpa bayangan (memangnya ada?),rasanya kayak nggak banget,dibayangin saja sudah ketahuan jeleknya kok.Oleh karena itu pencahayaan merupakan salah 1 elemen utama dalam bentuk seni apapun,termasuk 3D.Bisa kita lihat pada contoh di atas akan objek yg memiliki pencahayaan dan tidak.Light atau lampu pada blender terbagi menjadi point,sun,hemi dan area,(yg akan kita bahas pada bab yg lain) namun sayangnya untuk cycle hingga 2.69 ini kita hanya bisa menggunakan point dan sun,selain itu akan dikategorikan menjadi point light oleh cycle.Karena pencahayaan lah kita bisa paham objek itu memiliki volum,kita paham objek itu tinggi atau jarak antar objek,oleh karenanya hal ini tentu saja tidak bisa kita anggap remeh.Pencahayaan yg tepat dari sudut yg tepat akan menghasilkan bayangan dan keindahan komposisi,begitu juga sebaliknya,asal menempatkan lampu juga akan menghasilkan penilaian yg asal pula.Berikut contoh permainan pencahayaan yg bisa kita lakukan pada objek 3D

Head action figure
Ok jadi kita sudah mulai mendapat gambaran tentang modelling,material&texturing dan lighting,tapi apalah artinya jika kita tak menyimpannya dalam sebuah gambar jadi atau video?masak iya kita mau menunjukkan kepada orang lain dengan membuka software blender dan menunjukan preview.nya?Hal yg selalu ada dan dibutuhkan oleh semua software 3D adalah RENDER.namun sebelum kita memulai render,tentukan dahulu posisi kamera,karena ini adalah “mata” kita,karena apa yg dilihat kamera adalah apa yg akan nampak dalam hasil render.Pada contoh gambar diatas kita dapat melihat yg mana itu kamera,apa yg dilihat kamera dan bagaimana hasil rendernya.

Kamera , sudut pandang kamera dan hasil render
Hasil render dari blender ini adalah gambar bitmap yg jelas berbeda dengan gambar vektor karena bitmap akan terlihat pecah ketika kita zoom melebihi 100%,hal itu dikarenakan gambar bitmap bekerja dengan pixel dan dot per inches atau dpi sementara gambar vektor bekerja dengan perhitungan matematika sehingga ia akan memperhitungkan garisnya dengan presisi sebesar apapun kita zoom gambar itu.resolusi standar ketika kita membuka blender adalah 960x540,yah kecil memang jika dibandingkan dengan resolusi layar monitor apalagi resolusi kertas dsb.

Sekarang kita udah cukup mendapat gambaran tentang garis besar proses pembuatan 3D di blender,bisa jadi objek yg bagus atau nggak itu tergantung imajinasi masing masing ya,tapi apa fungsinya?ya banyak sih,visualisasi arsitektur misalnya,arsitek jaman sekarang juga butuh 3D daripada mereka harus mahal mahal bikin maket hanya untuk presentasi;membuat objek 3D untuk komersialisasi produk,daripada kita harus sewa studio dan bayar fotografer yg harganya jutaan itu,kenapa nggak bikin sendiri saja pakai 3D?;atau untuk hobi dan kepuasan pribadi?semua bebas berkreasi,ada banyak sekali 3D artist diluar sana yg mampu menghasilkan gambar realis dan sulit dibedakan antara foto atau 3D.Namun jika kita berpikir ingin memberi “nyawa” pada 3D itu,membuatnya bergerak,berkespresi,maka animasi lah jawabannya.

Dalam kehidupan nyata kita bisa bergerak karena kita memiliki rangka dan tulang,begitu pula dengan 3D,sebuah karakter bisa bergerak bukanlah dengan mengubah verticenya atau mengubah bentuk dasar objek itu tiap satuan waktu,dalam 3D kita tetap menggunakan tulang atau bone dan rangka disebut dengan armature,proses penulangan ini dalam 3D dinamakan Rigging.Hanya saja pembuatan armature pada 3D tidak seperti rangka manusia nyata,rigging hanya membentuk poros gerak dari objek saja,seperti contoh di bawah.

bone dan armature manusia

Contoh objek sebelum dan setelah penulangan (rigging)


Memiliki video animasi yg dipenuhi makhluk hidup tanpa ada hukum alam seperti angin berhembus,air menetes,benda jatuh akan terasa sangat hambar pastinya.Hal lain yg dapat dilakukan komputer selain urusan segitiga adalah simulasi,ia akan berpikir tentang hukum logika akan suatu benda,hal yg perlu kita beritahu pada komputer ialah berapa besar gravitasi dan massa benda,kekuatan angin yg berhembus,bahan dan sifat benda dsb.,dan ketika komputer telah menerima dan menelaah informasi itu,maka dengan sendirinya ia akan berpikir bagaimana benda itu akan bergerak sesuai hukum alam.Simulasi merupakan hal yg luas,mulai dari simulasi standar blender hingga simulasi yg kita buat sendiri dengan cara mengetikkan bahasa python dan mengintegrasikannya dengan blender,mulai dari bendera berkibar hingga perang massal bisa dilakukan dengan simulasi, contoh di bawah adalah simulasi standar yg dimiliki oleh blender 3D.

“drowning” menggunakan fluid simulation

“collapse” menggunakan rigid body simulation


“Indonesia” menggunakan cloth simulation

Credit Image : Randi Prasetyo

Randi Prasetyo
facebook.com/everise.randi
VFX Artist at Infinite Studio

Thursday, 16 October 2014

List of Open Source computer software programs

Some of the most useful computer software are given below for everyone to understand and download:
Firefox web browser: Browse the web with this awesome web browser. It's not only open source but also a product of Non Profit Organization(Mozilla Corporation).
Mozilla Thunderbird: Read and send email directly from your desktop.
RSSOwl Newsreader: Get latest news directly without searching or browsing websites.
VLC media player: Play your favorite music or videos.
GIMP: Edit or create photos, it offers many great features.
OpenOffice: Create and edit documents, presentations, spreadsheets and many more. It is compatible with file formats used by Microsoft Office.
Miro Video Converter: Convert videos to many different formats including Android, iPhone.
Miro: Awesome music and video player, allows you to search videos directly from it, browse websites, download torrents, listen to podcast.
PeaZip: Create and extract archived files.
Notepad++ text editor: A very useful text editor that allows files to be opened in tabs, advanced search and replace, auto completion and you can customize it by downloading additional plugins.
Ubuntu Operating System: Linux distribution which is easy to use, configure and learn. If you wish to switch to Linux then it's simple with Ubuntu.

Play games

There are many free games that you can download and play. Some of them which i like are:
Supertuxkart: Solve challenges and compete with others.

Tuesday, 4 December 2012

Modeling Saung dengan Blender

Postingan kali ini masih tentang Tutorial Blender, dan topiknya masih tentang Modeling. Tutorial blender kali ini, saya akan menjelaskan langkah-langkah membuat model saung. What the meaning of Saung ?

Ya, saung itu semacam gubuk kecil gan. Biasanya berada disawah buat istirahat para petani.

Ok, kembali ke topik Tutorial Blender. Disini, saya akan membahas berberapa tool seperti Bridge, Bevel, dan Mirror yang sangat membantu dalam proses Modeling. Bagi yang baru kenal Blender, silahkan buka tutorial sebelumnya, karena disini saya gak akan menjelaskannya terlalu detil. Hasil akhirnya kira-kira seperti gambar dibawah gan:
Tutorial Blender

Ok, langsung ke tutor kang . . .

1. Untuk membuat rangka saung, kita akan menggunakan Box atau kotak. Secara default, ketika membuka blender, otomatis objek kotak tersebut akan langsung berada pada scene.


2. Seleksi kotak tersebut menggunakan klik kanan mouse, tekan tombol S lalu tombol Z dan geser pointer supaya objek kotak tersebut bertambah tinggi. Atur ketinggian box supaya menyerupai bentuk tihang seperti gambar dibawah.



3. Ubah posisi box tersebut sehingga berada diatas grid seperti gambar dibawah.


4. Tekan tombol Tab untuk memasuki Edit Mode, lalu tekan Ctrl + R, klik pointer dan geser Edge tersebut sehingga posisinya berada dibagian bawah tihang. Setelah berada pada posisi yang tepat, klik pointer supaya Edge tidak bergeser kembali.


5. Buat lagi Edge baru dengan cara yang sama seperti langkah diatas. Tapi, kali ini posisikan agar Edge berada dibagian atas.

6. Seleksi semua Edge (Gunakan tombol A untuk menyeleksi semua Edge) lalu tekan tombol Shift + D dan klik pointer, supaya posisinya tidak bergeser. Sekarang, geser objek tersebut pada sumbu berwarna hijau. Lihat gambar supaya lebih jelasnya . . .


7. Ubah mode seleksi menjadi Face (Ctrl + Tab +3) lalu seleksi dua face dibagian atas  kedua tiang yang saling berhadapan (untuk menyeleksi dua buah face atau lebih, klik kanan face, lalu klik kanan lagi face yang lainnya sambil menahan tombol Shift). Tekan Ctrl + E lalu pilih Bridge Two Edge Loops. Jika berhasil, maka kedua Face tersebut akan terhubung satu sama lain.


8. Sekarang, seleksi dua face dibagian bawah kedua tiang yang saling berhadapan, tekan Ctrl + E lalu pilih Bridge Two Edge Loops sehingga bagian ini pun akan terhubung. Kadang, edge yang menghubungkan kedua Face akan ‘pabeulit’ atau seperti memutar. Untuk memperbaikinya, Extrude dulu kedua Face yang berhadapan sedikit, lalu coba lagi. Alhamdulilah, itu selalu berhasil buat saya . . .


9. Seleksi semua Face menggunakan tombol A (pastikan semuanya terseleksi), lalu tekan tombol Shift + D lalu klik pointer supaya objek tidak bergeser sembarangan. Geser objek pada sumbu X (sumbu berwarna merah) sehingga posisinya seperti gambar dibawah. Setelah itu, tekan tombol S lalu tombol X dan geser pinter supaya objek yang baru ini menipis kira-kira setengah dari ukuran aslinya. Lihat daerah yang saya lingkari, disana anda bisa melihat seberapa besar perubahan ukuran objek (saya mengaturnya sampai 0,5 lebih).

10. seleksi (lagi) dua face yang berhadapan, lalu tekan tombol Ctrl + E dan pilih Bridge Two Edge Loops supaya kedua face tersebut menyambung.


11. Lakukan pula pada keempat face lainnya, sehingga bentuknya seperti ini.


12. Tekan tombol Tab untuk mengubah Edit Mode ke Object Mode. Lalu atur posisi Point 3D Cursor ke samping, diujung tiang yang tipis (untuk merubah posisi Point 3D Cursor ini, cukup klik pointer pada scene). Tekan Ctrl+Shift+Alt+C, lalu pilih Origin to 3D Cursor.


13. Pada panel Properties, klik tombol Object Modifier (tombol dengan lambang kunci inggris). Klik menu Add Modifier, lalu pilih Mirror.


14. Di parameter Mirror, saya mengaktifkan ceklis X pada Axis, dan Pada Option saya mengaktifkan Merge dan Vertex. Untuk Textures, saya tidak mengaktifkan semua ceklis. Hasilnya, bentuk saung akan seperti ini . . .

15. Klik tombol Tab untuk ke Edit Mode. Disini, anda akan melihat objek mempunyai dua elemen. Ini adalah pengaruh dari Modifier Mirror tadi, dimana jika anda mengubah objek sebelah kiri, maka objek sebelah kanan pun akan ikut berubah. Sementara, objek mirror tidak bisa di edit terpisah.

Ok, sekarang seleksi face disudut tengah.


16. Klik tombol E lalu geser pointer supaya face tersebut menebal dan menjadi tinggi seperti gambar dibawah. Tekan tombol Ctrl+R, klik lalu geser pointer sehingga posisi Edge berada di atas tiang seperti gambar dibawah. Kalau sudah, klik pointer supaya posisi Edge tidak bergeser lagi.


17. Seleksi dua Face seperti gambar dibawah. Tekan tombol Ctrl + E lalu pilih Bridge Two Edge Loops sehingga kedua Face tersebut terhubung . . .


18. Ok, lakukan pula pada tihang yang satunya sehingga bentuknya seperti gambar dibawah . . .


19. Seleksi dua buah face yang berada di puncak yang berhadapan seperti gambar dibawah, lalu tekan tombol Ctrl + E dan pilih Bridge Two Edge Loops supaya menyambung.


20. Tekan tombol Tab untuk ke Object Mode. Kalau berhasil, bentuk rangka saung akan seperti gambar dibawah. . .

Ok mas bro . . . ini baru setengah jadi, bentuknya masih rangka, belum dikasih lantai dan atap. Pada tutorial selanjutnya, Insya Allah kita akan membuat gentengnya.

Moga bermanfaat gan, wassalam . . .

Bagian 2-nya bisa dilihat disini



Thursday, 29 November 2012

Membuat Variasi Teks dengan Blender

Ini adalah tutorial blender saya yang ketiga. saya berharap, semuanya bermanfaat dan bisa membantu dalam mempelajari Software Open Source ini...

Ok, pada tutorial blender kali ini, saya mencoba menjelaskan cara membuat variasi teks dengan menggunakan blender tentunya. tidak hanya membuat teks-nya saja, tapi juga cara mengubah teks tersebut menjadi mesh dan memisahkan masing-masing huruf menjadi objek berbeda. hasil akhir yang saya dapat adalah seperti ini:

Ok, langsung saja ke tutorial bang . . .

1. Pertama buka Blender, secara default akan ada objek box atau kotak di viewport. Tekan saja tombol Delete untuk menghapusnya, karena kita gak akan menggunakan objek ini.




2. Ok, setelah viewport bersih klik menu Add > Text maka akan muncul objek teks di tengah-tengah viewport seperti gambar dibawah.


3. Tekan tombol R lalu tombol X dan geser pointer untuk memutar objek teks tersebut. Pastikan objek diputar sebesar 90 derajat (lihat daerah yang dilingkari merah untuk melihat seberapa besar perputaran objek).

4. anda bisa mengganti teks tersebut dengan huruf apa saja. Caranya, cukup tekan tombol Tab dan ketikkan huruf yang anda inginkan tersebut.


5. Setelah selesai mangganti huruf, tekan lagi tombol Tab. Pada panel Properties, klik tombol Object Data. Disini, anda bisa mengatur ketebalan objek dengan mengatur parameter Extrude. Saya mengatur Extrude = 0.1 dengan jenis Font = Arial.

6. Sebenarnya, sampai disini anda sudah berhasil membuat teks di blender. Sekarang kita akan membuat variasi rotasinya.

Seleksi objek teks, lalu Tekan tombol Alt+C lalu pilih Mesh from Curves/Meta/Surf/Text. Ini akan merubah bentuk objek teks menjadi mesh.


7. Klik tombol Tab untuk beralih ke Edit Mode. Klik tombol Z untuk membuat objek transparan, dan Klik tombol B lalu blok/seleksi huruf pertama (dalam kasus ini huruf ‘P’) sehingga hanya satu huruf saja yang terseleksi. Klik tombol P dan pilih Selection. Proses ini adalah untuk memisahkan masing-masing huruf menjadi objek tunggal.

8. Klik tombol B lalu blok/seleksi huruf kedua (dalam kasus ini huruf ‘E’). Klik tombol P dan pilih Selection.  Lakukan proses ini pada semua huruf (kecuali huruf terakhir).


9. Setelah selesai melakukan proses diatas, klik tombol Tab untuk beralih ke Object Mode, dan klik tombol Z supaya objek terlihat solid kembali. Coba seleksi masing-masing huruf, sekarang semua huruf menjadi objek yang terpisah.

10. Masalahnya adalah, ketika kita memutar salah satu huruf, maka objek berputar dengan aneh. Ini karena semua objek huruf, mempunyai titik pusat gerakan yang sama, yaitu di sebelah kiri.


11. Supaya titik pusat gerakan (Pivot / Origin) berada ditengah-tengah objek, klik tombol   Ctrl+Shift+Alt+C lalu pilih Origin to Geometry. Sekarang, coba putar kembali objek . . .


12. Buat variasi putaran pada masing-masing huruf secara acak, seperti gambar dibawah. Gunakan tombol R, lalu geser pointer sedikit.

13. jujur, saya kurang pahim dengan teknik rendering (khususnya pencahayaan). Jadi hasilnya mungkin tampak kurang penomenal :-D hahaa… saya hanya mengatur sudut pandang kamera menjadi didepan objek, dengan dua buah lampu (tipe = Sun) yang menyorot objek teks dari atas dengan posisi yang satu di sebelah kiri, dan satu lagi di kanan.

14. Dan, tekan tombol F12 untuk merendernya. Saya mendapatkan hasil seperti ini.


Anda bisa membuat huruf warna-warni dengan memberikan material berbeda pada masing-masing huruf. untuk memberikan material, saya belum membuat tutorialnya, insya Allah akan saya bahas pada tutorial berikutnya.

Ok, hanya ini yang bisa saya jelaskan. kalau penjelasannya kurang bisa dimengerti anda bisa bertanya lewat komentar atau bisa langsung kirim pesan ke saya lewat FB. semoga bermanfaat . . .