Showing posts with label Tuttorial FumeFX. Show all posts
Showing posts with label Tuttorial FumeFX. Show all posts

Wednesday, 7 November 2012

Membuat Animasi Judul dengan After Effect Bag. 2

Postingan ini adalah lanjutan dari tulisan saya sebelumnya, tentang membuat animasi di After Effect. Langsung aja gan, mangga........... (baca: silahkan)

1. Sebelumnya kita sudah mendesain layer dan Composition, dan menghubungkan layer-layer  tersebut agar dapat bergerak secara bersamaan. Saya menambahkan Layer kamera, agar layer dapat dilihat dari berbagai sudut pandang dengan mudah.


2. Kalau anda ingin mengganti huruf pada masing-masing Composition, caranya double klik Composition yang ingin diganti hurufnya pada panel project, lalu composition tersebut bisa  anda edit di timeline. Saya mengubah huruf pada Comp. Teks 1 dengan Visual Effect, Teks 2 dengan Desain Grafis, dan seterusnya.




3. Sekarang, kita memasuki tahap animasi. Seleksi Comp Teks 1 lalu tekan tombol R pada keyboard untuk membuka parameter Rotation. Posisikan timeslider agar berada pada detik ke-0 (nol) di timeline, dengan nilai Y Rotation 0x +0,0.


4. klik ikon stopwatch pada Y Rotation untuk membuat keyframe, lalu atur nilanya menjadi 0x -35.


5. Geser timeline ke detik pertama (01s) lalu atur nilai Y Rotation menjadi 0x +25 seperti gambar dibawah.

6. Geser timeline ke detik kedua (02s), lalu atur nilai Y Rotation menjadi 1x +60.


7. Geser timeline ke detik ketiga (03s), lalu atur nilai Y Rotation menjadi 1x +110.


8. Geser timeline ke detik keempat (04s), lalu atur nilai Y Rotation menjadi 2x +150.


9. Geser timeline ke detik kelima (05s), lalu atur nilai Y Rotation menjadi 2x +200.


10. Geser timeline ke detik keenam (06s), lalu atur nilai Y Rotation menjadi 3x +240.


11. Geser timeline ke detik ketujuh (07s), lalu atur nilai Y Rotation menjadi 3x +300.


12. Terakhir, supaya animasi tampak lebih hidup, aktifkan motion blur. Caranya aktifkan tombol Motion Blur diatas panel layer, lalu aktifkan ceklis motion blur pada semua Composition dan layer seperti gambar dibawah.


Ya…. Sebenarnya nilai-nilai pada langkah langkah diatas tidak harus sama persis. Anda bisa bereksperimen dengan nilai-nilai tersebut untuk mendapatkan bentuk animasi yang lebih bagus.

Selain teks, anda juga bisa mengganti layer dengan media lain, misalnya poto atau video. Cara menggantinya bisa di lihat langkah No. 2.

Sekian dulu untuk postingan kali ini, mohon di koreksi kalau ada kesalahan atau kekurangan. moga bermanfaat, wassalam....

Tuesday, 3 July 2012

Tentang FumeFX

FumeFX merupakan salah satu plugin 3DS MAX yang paling terkenal. Jika biasanya anda menggunakan 3DS MAX untuk modeling, rendering, maupun simulasi benda padat, dengan tambahan plugin FumeFX anda bisa membuat simulasi api, asap, gas, maupun ledakan yang realistis. Banyak pembuat efek visual dunia yang menggunakan FumeFX untuk film-film besar seperti Spiderman 3, Iron Man, Superman Returns, 2012 dan masih banyak lagi yang membuktikan bahwa kemampuan FumeFX dalam menciptakan simulasi api dan asap tidak diragukan lagi

FumeFX ini sangat canggih, karena simulasi berdasar pada efek fisika dari perilaku api dan asap dunia nyata, sehingga menghasilkan animasi partikel rumit yang realistis. Selain itu, kita bisa bebas mengatur semburan, gravitasi, angin, dan ledakan yang akan membuat animasi api yang lebih bervariasi. Ini berarti, anda bisa membuat animasi api yang lebih realistis, lebih cepat dan lebih mudahdibandingkan dengan plugin animasi api lainnya.
Untuk tampilan, FumeFX mempunyai antarmuka yang tidak terlalu rumit, asal anda bisa bahasa inggris saja...^_^. Kalau anda sudah tidak asing dengan alat simulasi seperti rayfire, reactor atau Thinking Particle, anda tak akan kesulitan dalam mengeksplorasi tool-tool FumeFX ini, karena perintahnya hampir sama, tapi dengan kasus berbeda karena disini yang disimulasikan adalah api dan asap.

Ok, itulah sedikit pengenalan tentang FumeFX. kalau anda tertarik dengan dunia visual effect/VFX, cepat install FumeFX pada 3DS MAX anda karena FumeFX termasuk plugin yang sangat powerfull. Anda bisa membeli FumeFX disini.

Semoga bermanfaat, dan jangan lupa komentarnya om...

Saturday, 16 June 2012

Tuttorial Dasar FumeFX

Setelah membuat postingan tentang pengenalan FumeFX beberapa waktu lalu, akhirnya kali ini saya membuat tuttorialnya juga...
Tutorial FumeFX kali ini saya buat sesedarhana mungkin, karena intinya sih hanya untuk pengenalan tool-tool dasarnya saja. Jadi, mohon maaf kalo ntar hasilnya gak bagus-bagus amat (maklum om, saya juga baru belajar FumeFX). Ok, langsung aja ya....
-Pertama, kita buat dulu garis area FumeFX. Disinilah area yang akan digunakan untuk simulasi. Untuk membuatnya, klik panel create > Geometry > klik menu dropdown lalu pilih FumeFX >Klik tombol FumeFX.  drag mouse di viewport untuk membuat area.
-Setelah membuat garis area nya, sekarang kita akan membuat sumber apinya. Klik panel Create> Helpers > dimenu dropdown, pilih FumeFX > klik Simple Src. Simple Src ini adalah tipe sumber api paling sederhana, karena bisa langsung disimulasikan.
-sekarang seleksi garis area FumeFX. Di panel Modify, buka tampilan utama FumeFX dengan mengklik ikon FumeFX UI.
 -Sekarang, kita memasuki jendela pengaturan FumeFX. Pada  tab general, atur spacing =3. Scroll ke bawah, dan tentukan folder output path. Folder ini untuk menyimpan file output FumeFX saat simulasi.
-Pada tab Obj/Src, klik tombol ikon pick dan klik objek Simple Src pada viewport yang akan menjadi sumber api.
-Sekarang api sudah bisa disimulasikan. Tekan tombol start simulation.

Tampak ada jendela baru muncul, dan untuk melihat simulasi, klik tombol Open review window. Selamat, anda baru saja membuat simulasi api!!!
-Ok, tekan cancel untuk membatalkan simulasi. coba tekan tombol F9 pada keyboard untuk merendernya. Api tampak tenang dan tidak tampak hebat.

Api seperti ini cocok untuk membuat api pada lilin. Kalo anda mau api tampak gila dan berkobar-kobar, ayo kita rubah sedikt nilai pada simulasi. Cekidot...
-Agar api tampak membara, pada tab simulation atur nilai X dan Y Turbulence = 3, sementara Z Turbulence =5.
-Supaya api berkobar ke atas, kurangi nilai Gravity = 0,2. Selain itu, atur juga Buoyancy = 2 dan Vortocity = 1
-Di parameter fuel, kurangi nilai Burn Rate=10 dan Expansion=0,5.  Ini agar gerakan membakar api semakin cepat. Lebih jelasnya lagi dalam mengganti nilai, silahkan lihat pada gambar.
-Ok, sekarang coba tekan play simulation. Api sudah tampak membara tapi kurang realistis. Itu karena nilai spacing terlalu besar.
-Kita ke tab general. Atur nilai spacing=1,5 agar api tampak detil. Semakin kecil nilai spacing, maka semakin detil juga apinya. Namun, waktu simulasi akan jadi lebih lama. So, bijaksanalah...
-Setelah nilai spacing di ubah, saya mendapatkan hasil seperti ini:
-Jika hasilnya tidak seperti yang anda inginkan, coba bereksperimen dengan nilai-nilai pada tab simulation. Selain itu, saya juga menambahkan nilai amount pada temperatur menjadi 480 pada tab Obj/Src agar produksi api menjadi lebih banyak....
-Oh, ya... selain simulasi, FumeFX juga mendukung pengaturan render seperti warna api dan asap. Untuk mengaturnya, masuk ke tab Rendering. Untuk merubah warna api, silahkan klik pada kotak berwarna orange dan pilih warna yang anda inginkan. Kalau ingin lebih bervariasi lagi, klik kanan kotak tersebut dan pilih key mode. Di sini anda bisa mengatur komposisi warna api lebih bebas lagi. Sebagai contoh, saya mengatur warna api saya seperti ini:
Ya, semoga tuttorial sederhana ini bermanfaat untuk semuanya. Walaupun hasilnya kurang bagus, tapi saya harap minimal anda sudah tahu fungsi dari tool-tool utama FumeFX ini. Kalau ada yang kurang mengerti, mengenai langkah-langkahnya, silahkan bertanya di kotak komentar. Ditunggu komentarnya om...