Showing posts with label java netbeans. Show all posts
Showing posts with label java netbeans. Show all posts

Tuesday, 26 June 2012

Membuat Aplikasi Pulsa Handphone Menggunakan Java Netbeans

Lama ni tidak mengupas tentang pemrograman java, berhubung kemaren ada soal untuk responsi dan banyak yang bingung gimana mengimplementasikannua ke dalam sebuah program jadi kali ini saya ingin berbagi. Soalnya seperti ini :

"Buatlah algoritma (dengan flowchart, pseudocode atau bahasa Indonesia) dan implementasikan dalam program sesuai kasus berikut :
Arif menelepon Anton dengan operator “X”. Apabila Tarif pulsa operator “X”  Rp.20,- /detik untuk 100 detik pertama dan untuk detik selanjutnya dihitung Rp.1,-/detik  maka hitunglah berapa pulsa yang terpakai oleh Arif."

Dari sini maka yang pertama kita buat algoritmanya dulu :
  • Inputkan dan Catat Waktu Awal Telp, Simpan dalam Variabel J1 , M1, D1
  • Inputkan Waktu Terakhir Telp , Simpan ke dalam variabel J2, M2, D2 
  • Konversi Waktu awal telp dan waktu akhir telp dalam detik simpan dalam waktu 1 dan waktu 2
  • Kurangkan waktu 2 dengan waktu 1 simpan ke dalam variabel selisih
  • Jika selisih < 101 detik maka (untuk menghitung jml biaya yang terpakai) variabel biaya = Rp. 20 * selisih jika tidak hitung biaya = (100 detik * Rp. 20) +((selisih - 100)*Rp.1)
  • Cetak waktu awal J1 , M1, D1 
  • Cetak waktu akhir J2, M2, D2
  • Cetak lama telepon (variabel selisih)
  • Cetak Biaya telepon (Variabel biaya)
Setelah mengetahui Algoritmanya mari kita implementasikan dalam program, simpan dalam Telepon.java.

import java.util.Scanner;
public class Telepon
{
    public static void main(String args[])
    {
        Scanner masuk = new Scanner(System.in);
        int J1,M1,D1;
        int J2,M2,D2;
        System.out.println("Waktu Awal");
        System.out.print("Masukkan Jam: ");J1= masuk.nextInt();
        System.out.print("Masukkan Menit: ");M1= masuk.nextInt();
        System.out.print("Masukkan Detik: ");D1= masuk.nextInt();
        System.out.println("Waktu Akhir");
        System.out.print("Masukkan Jam: ");J2= masuk.nextInt();
        System.out.print("Masukkan Menit: ");M2= masuk.nextInt();
        System.out.print("Masukkan Detik: ");D2= masuk.nextInt();
        int waktu1, waktu2,selisih,biaya;
        waktu1=3600*J1+(60*M1)+D1;
        waktu2=3600*J2+(60*M2)+D2;
        selisih=waktu2-waktu1;
        if (selisih<101)
        {
            biaya = 20*selisih;
        }
        else
        {
            biaya =(100*20)+((selisih-100)*1);
        }
        System.out.println("Waktu Awal Telp  : "+J1+":"+M1+":"+J1);
        System.out.println("Waktu Akhir Telp : "+J2+":"+M2+":"+J2);
        System.out.println("Lama Telepon     : "+selisih+" detik");
        System.out.println("Biaya Yang dihabiskan? "+biaya+" rupiah");
    }
}

Selesai deh,..selamat mencoba ya sobat, semoga sedikit Ilmu ini bermanfaat.

Baca juga : 

Thursday, 21 June 2012

Membuat Form Input Data Dengan Java Netbeans

Pekerjaan membuat sotware atau aplikasi memang susah susah gampang. susah kalau tidak mengerti kode atau scriptnya dan gampang apabila menguasai logic dalam suatu aplikasi tentunya akan ada form input data untuk memasukkan data kedalam database. Form input data terdiri dari perintah simpan, edit/update, hapus dan batal.

simak tutorial bagaimana cara mudah membuat form input data menggunakan java netbeans dibawah ini:
1. Cara Membuat Koneksi java ke database mysql
2. Cara Membuat Form Entry Data

Koneksi Java Netbeans Dengan Database MySql

Mungkin masih banyak yang belum mengerti bagaimana cara membuat koneksi java ke mysql. Sebenarnya menghubungkan database mysql ke aplikasi java yang akan kita buat tidaklah rumit. coba deh lihat tutorial berikut ini yang menjelaskan tentang cara membuat kode koneksi java ke database mysql

Caranya:
1. Buat Project baru
2. dalam “package” Source Packages buatlah kelas baru bernama “DB”
3. Lalu copy script berikut

import java.sql.*;
import java.sql.DriverManager;
import java.util.logging.Level;
import java.util.logging.Logger;
import java.sql.*;
import java.sql.DriverManager;
public class DB {
//Untuk koneksi ke MySQL
private String userid = “root”;
private String password = “”;
//silahkan digant url-nya, tapi tergantung nama databasenya
//formatnya: “jdbc:tipeDatabase://server:port/namaDatabase”
String url = “jdbc:mysql://localhost:3306/mahasiswadb”;
public Connection con;
// constructor
public DB(){
getConnection();
}
public Connection getConnection(){
try {
Class.forName(“com.mysql.jdbc.Driver”);
}
catch (java.lang.ClassNotFoundException e){
System.err.print(“Koneksi dengan Datagase gagal: “);
System.err.println(e.getException());
}
try {
con = DriverManager.getConnection(url, userid,password);
System.out.print(“Nyambung”);
}catch(SQLException e) {
System.err.println(“ID dan Password Anda gagal ” + e.getMessage());
}
return con;
}
public static void main(String[] args){
new DB();
}
}

4. Coba test (di-build lalu di-run)

5. Jika muncul pernyataan seperti berikut ini:
Koneksi dengan Datagase gagal: null
ID dan Password Anda gagal No suitable driver found for jdbc:mysql://localhost:3306/mahasiswadb

Artinya program kita belum bisa terhubung dengan database. Kenapa? Karena dalam Library, kita belum memberikan library “MySQL JDBC Driver” yang berfungsi untuk menjembatani program kita dengan MySQL. Baca juga : Download Ebook Belajar Java

6. Silahkan Klik kanan pada “Libraries” lalu pilih “Add library”

Add Library
Add Library

6. Dari pilihan “Global Library” pilih “MySQL JDBC Driver” dan Add library.
MySQL Driver
MySQL Driver

7. Coba “build” lagi source code tersebut. Seharusnya sudah connect dan muncul keterangan “NyambungBUILD SUCCESSFUL (total time: 0 seconds)”

8. Jika masih belum nyambung, coba cek kembali apakah MySQL dalam XAMPP sudah berjalan/run? apakah nama database-nya benar? apakah ID dan password MySQL-nya benar?

Friday, 15 June 2012

Cara Membuat Rumus Matematika Pada Java

Segera di update...

Ebook Java Bahasa Indonesia

Tuesday, 12 June 2012

Contoh Lengkap Program Array Pada Java

Array adalah sekelompok data sejenis yang disimpan ke dalam variabel dengan nama yang sama, dengan memberi indeks pada variabel untuk membedakan antara yang satu dengan yang lain.

VARIABEL ARRAY
nama_variabel[indeks]

ketentuan nama variabel arrray sama dengan nama variabel biasa.
indeks menunjukkan nomor dari variabel .

DEKLARASI VARIABEL ARRAY

BU : tipe nama_variabel[indeks];

Contoh : float bil[10];
deklarasi variabel array dengan nama bil yang akan menampung 10 data yang bertipe float. Indeks 10 menunjukkan variabel bil terdiri dari 10 elemen, dimana setiap elemen akan menampung sebuah data.

Indeks array dimulai dari nol(0) , sedang nomor elemen biasanya dimulai dari satu(1). Nomor elemen dapat dibuat sama dengan nomor indeks untuk mempermudah pembuatan program yaitu dengan memberi indeks satu lebih banyak dari jumlah data yang dibutuhkan, sehingga menjadi :
float bil[11]

INISIALISASI ARRAY 1 DIMENSI
Inisialisasi dapat dilakukan bersama dengan deklarasi atau tersendiri. Inisialisasi suatu array adalah dengan meletakkan elemen array di antara tanda kurung kurawal {}, antara elemen yang satu dengan lainnya dipisahkan koma.
int bil[2] = {4,1,8}

bil[0] = 4
bil[1] = 1
bil[2] = 8

AUTOMATIC ARRAY adalah Inisialisasi array dilakukan di dalam fungsi tertentu. Hanya compiler C yang berstandar ANSI C yang dapat menginisialisasikan automatic array.
Cara menginisialisasikan array dari compiler yg tidak mengikuti standar ANSI C:
1. Diinisialisasikan di luar fungsi sebagai variabel GLOBAL/EXTERNAL ARRAY.
int bil[2]={0,0,0};
main()

2. Diinisialisasikan didlm fungsi sebagai variabel LOKAL/STATIC ARRAY.
main()
{
static int bil[2]={0,0,0};
.........

Pada automatic array yang tidak diinisialisasikan , elemen array akan memiliki nilai yang tidak beraturan. Bila global & static array tidak diinisialisasi maka semua elemen array secara otomatis akan diberi nilai nol(0).

Contoh :
main()
{
int y;
int hitung=0;
int x[0];
for(y=0;y<5;y++)
{
hitung+=y;
x[y]=hitung;
printf("%3d - %3d\n",y,x[y]);
}
}

OUTPUT:
0- 0
1- 1
2- 3
3- 6
4- 10

MENDEFINISIKAN JUMLAH ELEMEN ARRAY DALAM VARIABEL
Besarnya variabel indeks dapat ditentukan dengan menggunakan
preprocessor directives #define
#define N 40
main()
{
int no[N],gaji[N],gol[N],status[N],juman[N];

Bila besari indeks akan diubah menjadi 50, cukup diganti dengan
#define N 50

ARRAY 2 DIMENSI
nama_variabel [indeks1][indeks2]

indeks1 : jumlah/nomor baris
indeks2 : jumlah/nomor kolom
Jumlah elemen yang dimiliki array 2 dimensi dapat ditentukan dari hasil perkalian indeks1 * indeks2

misal : array A[2][3] akan memiliki 2*3 = 6 elemen.

main()
{
float bil [5] [5]
.......

dapat dituliskan dengan #define
#define N 5
main()
{
float bil [N] [N]
.......

INISIALISASI ARRAY 2 DIMENSI
main()
{
float bil[2] [3] =
{ { 1,2,3}, /*baris 0*/
{ 4,5,6}, /*baris 1*/
}

elemen bil [0] [0] = 1
elemen bil [0] [1] = 2
elemen bil [0] [2] = 3
elemen bil [1] [0] = 4
elemen bil [1] [1] = 5
elemen bil [1] [2] = 6

Contoh :
main()
{
int x[3][5];
int y,z;
int hitung=0;
for(y=0;y<3;y++)


{
printf("y = %d\n",y);
for(z=0;z<5;z++)
{
hitung+=z;
x[y][z] = hitung;
printf("%/t%3d - %3d\n",z,x[y][z]);
}
}
}

OUTPUT:
y = 0
0- 0
1- 1
2- 2
3- 6
4- 10
y = 1
0- 10
1- 11
2- 13
3- 16
4- 20
y = 2
0- 20
1- 21
2- 23
3- 26
4- 30

STRING dan ARRAY
1. Pada string terdapat karakter null(\0) di akhir string
2. String sudah pasti array, array belum tentu string

CONTOH - CONTOH :
1. array dengan pengisian input melalui keyboard
baca_input()
{
float nilai[10];
for(i=0;i<10;i++)
scanf("%d",&nilai[i]);
}

2. Fungsi yang mencetak isi array dari akhir ke awal
cetak_array()
{
float nilai[10];
for(i=9;i>=0;i--)
scanf("%3f",nilai[i]);
}
3. Menghitung rata - rata isi array nilai
rata_rata()
{
float nilai[10],jum*rata;
for(i=0,jum=0;i<=9;i++)
jum+=nilai[i];
rata=jum/i;
}

4. Mencari nilai terbesar
besar()
float temp,nilai[10];
{
for(temp=nilai[0],i=1;i<=9;i++)
if(nilai[i] > temp)
temp=nilai[i];
}
return(temp)

Error Pada Java - Exception Handling

Java, yang sekarang ini kita kenal sebagai salah satu bahasa pemprograman yang berkembang dengan pesat, mempunyai banyak kelebihan yang harus dimamfaatkan oleh seorang programer. Salah satu kelebihan java adalah mempunyai kemampuan untuk menangani masalah pada saat proses.
Masalah yang dimaksud disini adalah yang sering kita kenal dengan ERROR atau Exception. Sedangkan penanganan yang akan diberikan oleh Java dinamakan dengan Exception Handling.

 Sebenarnya dalam pemprograman, dikenal tiga buah Error, yaitu Syntak Error (error yang terjadi saat kompilasi), Run Time Error (error yang muncul saat program diexsekusi) dan Logic Error (Error yang muncul ketika output yang muncul tidak sesuai dengan yang diharapkan).


Sebenarnya, tujuan adanya Exception adalah sebagai sarana untuk melaporkan jenis kondisi kesalahan saat program dijalankan, dan mengendalikanya agar run time error tersebut tidak mengakibatkan exsekusi dihentikan (statement setelahnya tetap diexsekusi).

Baca Juga : Membaca Dan Parsing File CSV Di Java Menggunakan Buffered Reader

Dalam Java, exception merupakan obyek dari subkelas yang diturunkan dari kelas Throwable. Kelas Throwable ini terdapat dalam package java.lang.obyek.

 Jenis Error yang dapat dimasukan kedalam kelompok error Exception merupakan jenis error yang masih dapat dimanipulasi dengan menyisipkan statement penyebab dan jenisnya. Ada kelompok Runtime Exception yang diperiksa oleh interpreter, apakah akan ditangani atau dilempar, namun ada pula Exception yang tidak ditangani oleh interpreter.

 Disamping itu programer diperbolehkan juga membuat exception sendiri dengan cara extends atau implements dari kelas Exception.

Ok sekian dulu ya postingnya, masalah penanganan Exception yang lebih mendalam akan dijelaskan pada posting selanjutnya.

Monday, 11 June 2012

Java, Error Menjalankan / Membuka Laporan IReport

net.sf.jasperreports.engine.JRRuntimeException: Unknown hyperlink target 0. Kenapa ya?

Kronologisnya begini : Pada saat saya sedang memodifikasi laporan.jrxml, tanpa sadar saya membukannya dengan menggunakan iReport 3.7.6 dan pada saat di run di environment webapps kok error. Setelah cek sana cek sini, ternyata environment yg saya gunakan adalah versi 3.6.0. Saya pun beralih menggunakan iReport 3.6.0 dan mulai membuka kembali laporan.jrxml. Setelah di edit, dicompile semuanya beres, tetapi pada saat di preview ditemukan error net.sf.jasperreports.engine.JRRuntimeException: Unknown hyperlink target 0. 

Solusinya : Hapus semua file *.jasper yang pernah anda edit dengan menggunakan 3.7.6, lalu compile ulang dengan menggunakan versi 3.6.0 dan coba lakukan preview.
Berhasil!!! Gimana dengan anda ?
Baca Juga : Mengenal Intent dan Kegunaannya (Praktek Mengirim Data Antar Activity dalam Satu Aplikasi)

Terima kasih.