Home
Posts filed under Tips dan Trik Blogging
Selamat siang sob (nulisnya siang hari soalnya) :D ada yang menggunakan wordpress self hosted kah? Mungkin banyak diantara sobat Terraligno yang memiliki blog dengan cms wordpress karena memang cms ini sudah terkenal dan cukup mumpuni dari segi seo serta segi oprek-oprekan :D
Well, bagi yang memperhatikan seo on page pada blog, mungkin sobat kenal yang namanya internal linking. Internal link dalam sebuah blog memang sangat diperlukan karena hal ini bisa membantu blog robot search engine agar betah menelusuri setiap halaman blog kita. Berbicara tentang internal link, ada dua cara sih, yang pertama manual, yang kedua otomatis.
Otomatis di sini maksudnya adalah dengan mengandalkan widget seperti "recent posts", "popular posts", "archive", dan lain-lain. Apa kah sobat tau, bagi pengguna blogspot, maka widget "Archive" adalah salah satu senjata seo on page yang handal (karena faktor internal linking tersebut)? Yup, arsip memang sangat mantap menurut saya, dengan catatan penggunaan archive tersebut tidak mengurangi nilai seo on page lainnya seperti misalnya duplikat title atau duplikat deskripsi.
Jika pada blogspot senjata rahasianya adalah widget "Archive", maka pada WordPress (self hosted) yang bisa menjadi senjata rahasia adalah widget "Tags". Blogspot tidak memiliki tags karena dia menggunakan label yang secara default tidak diindex karena permalinknya mengandung kata "search". Inilah salah satu kelebihan WordPress jika dibandingkan dengan blogspot. Selain tags, ada juga "Category" dan "Archive" yang bisa menjadi senjata utama.
Fungsi Tags Untuk SEO On Page
Kembali ke pokok bahasan, kali ini yang ingin saya bahas adalah tentang si widget "Tags". Tags ini sangat manjur, setidaknya dia sering masuk radar robot google sehingga tidak heran jika ada beberapa halaman tag yang terindex dengan baik di SERP google. Pada dasarnya tags adalah kata kunci yang berkaitan dengan artikel yang sedang dibaca oleh pembaca blog kita, maka ada baiknya tags ini di isi dengan kata kunci yang relevan dan tidak berlebihan.
Hal ini menjadikan tags sebagai salah satu kelebihan wordpress karena selain membuat internal linking, dengan adanya tags maka secara tidak langsung juga menambah keyword density (kepadatan kata kunci) pada artikel yang sedang kita tulis. Akan tetapi, ada satu masalah yang sering mengganjal yaitu tentang jumlah tags yang ditampilkan pada widget tags itu sendiri. Misal blog sobat memiliki jumlah artikel sebanyak 100 artikel dan masing-masing memiliki 3 tags maka akan ada 300 tags, atau katakanlah paling tidak 200 tags secara keseluruhan.
Ketika tags tersebut ditampilkan pada widget tentu saja hal ini menjadi kurang enak dipandang karena jumlahnya yang banyak dan menyebabkan blog menjadi panjang akhirnya. Tapi tenang saja, pada tulisan kali ini saya ingin share kode yang didapat dari hasil searching di google tentang bagaimana menampilkan tags dengan jumlah tertentu.
Cara Membatasi Jumlah Tags Yang Ditampilkan
Langsung saja, kode yang akan sobat buat ini nantinya akan ditaruh pada file functions.php. Berikut ini kode untuk membatasi jumlah tags yang ditampilkan pada widget tag cloud wordpress
//Register tag cloud filter callback
add_filter('widget_tag_cloud_args', 'tag_widget_limit');
//Limit number of tags inside widget
function tag_widget_limit($args){
//Check if taxonomy option inside widget is set to tags
if(isset($args['taxonomy']) && $args['taxonomy'] == 'post_tag'){
$args['number'] = 10; //jumlah tags yang ingin ditampilkan
}
return $args;
}
Selesai deh :D dengan kode tersebut, maka hanya tags yang memiliki artikel paling banyak yang akan ditampilkan, kalau berdasarkan kode diatas maka widget tag cloud sobat hanya menampilkan 10 tags yang sering digunakan dalam artikel-artikel sobat. Trik ini cocok untuk blog niche karena akan semakin mempertegas bahasan yang paling sering dibahas di blog sobat. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat :)
Karena kemarin ane nulis tentang jasa like facebook fanpage dan jasa update status facebook fanpage, sekalian ajah deh nulis tutorial tentang membuat widget facebook fanpage valid html. Sebenernya sudah ada tutorial tentang widget facebook fanpage valid html di Terraligno, tapi sepertinya kode yang lama tidak works well.
Lagian, sudah lama juga tidak menulis tips dan trik blogging serta tips seo on page :D ya maklum lah, kadang memak sibuk di offline (alasan) hahahaha :D Oke back to topic, widget facebook fanpage sangat penting karena social media sudah menjadi bagian dari teknik seo, wa bil khusus seo off page. Dengan memiliki fanpage, setidaknya akan memudahkan kita untuk mendapatkan backlink dan trafik dari facebook gt loh :D
Pentingkah Widget Facebook Fanpage Harus Valid HTML?
Kalau menurut para master seo, valid html tidak terlalu mempunyai efek pada seo. Menurut ane juga gt sih sob. Tapi rasanya kurang puas saja jika nambah-nambah error html hanya gara2 widget facebook fanpage.
Cara Mudah Membuat Widget Facebook Fanpage Valid HTML
Sebenarnya cara ini mudah kok. Kita hanya mengambil kode yang disediakan oleh facebook (hxxp://developers.facebook.com/docs/plugins/like-box-for-pages/) dan kita ambil kode untuk HTML5.
Pada kode yang diberikan oleh Facebook tersebut, terdapat 2 kode berbeda yang diletakkan di tempat yang berbeda pula, yaitu pada template, tepatnya setelah <body> dan pada widget HTML/JavaScript dari blogger.
Yang membuat widget ini tidak valid html adalah kode kedua, yang mana akan kita letakkan kode tersebut pada widget HTML/JavaScript kita nanti. So, untuk membuat nya menjadi valid html harus kita bungkus kode html tersebut dengan kode javascript.
Dua kode dari facebook akan kita jadikan satu (diletakkan di widget javascript semua). Caranya seperti ini :
- Login ke blogger, ya iya lah :D asal jangan La Nyalla :P
- Klik "Tata Letak" > Tambahkan widget "HTML/Javascirpt"
- Nah perhatikan contoh widget fanpage ane ini
<div id="fb-root"></div>
<script type='text/javascript'>(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, 'script', 'facebook-jssdk'));</script>
<script type='text/javascript'>
/* <![CDATA[ */
document.write ('<div class="fb-like-box" data-href="https://www.facebook.com/BacaAku" data-width="292" data-show-faces="true" data-header="false" data-stream="false" data-show-border="true"></div>');
/* ]]> */
</script>
- Kode yang berwarna merah itulah inti dari tutorial ini. Dengan kode tersebut maka widget facebook fanpage kita akan menjadi valid html.
Bagaimana? Masih bingung? Pelan-pelan saja sob nyobanya :D itu disesuaikan saja dengan keinginan sobat untuk opsi-opsi seperti menampilkan judul, menampilkan wajah, menampilkan aktifitas terbaru, ukuran, dll. Dan jangan lupa juga untuk mengganti alamat fanpage nya sesuai milik sobat. Semoga bermanfaat :)
Banyak sekali modifikasi yang bisa dilakukan pada wordpress (self hosted), setelah sobat mengoprek plugin sitemap.xml, sobat juga bisa melakukan modifikasi pada widget wordpress
Seperti kita ketahui, jika sobat menggunakan wordpress dan ingin menambahkan kode pada php pada widget di sidebar misalnya, maka dia hanya bisa menerima kode html dan javascript. Secara default hanya itulah yang bisa digunakan pada widget text wordpress.
Nah kali ini saya akan share cara mudah agar widget text pada blog wordpress kita bisa menerima kode php sehingga akan mempermudah kita untuk melakukan kustomisasi pada widget tersebut.
Cara Membuat Widget Text Support PHP Pada WordPress
Caranya cukup mudah, kita hanya perlu melakukan sedikit kode tambahan pada file functions.php yang ada pada theme yang sedang digunakan. Masukkan kode berikut :
/* make widget text support php */
add_filter('widget_text','execute_php',100);
function execute_php($html){
if(strpos($html,"<"."?php")!==false){
ob_start();
eval("?".">".$html);
$html=ob_get_contents();
ob_end_clean();
}
return $html;}
Save dan selesai deh. Dengan memodifikasi file functions.php memang bisa membuat blog wordpress kita semakin flexible, selain menambahkan kode php pada widget text di wordpress, sobat juga bisa membatasi jumlah tags pada widget, membuat auto rel nofollow pada category tanpa plugin, dan lain-lain. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat :)
Lama juga ga update blog ini, khususnya tentang optimasi seo. Akhir-akhir ini saya jadi agak sibuk karena banyaknya orderan dari perusahaan keluarga ane. Bukan CV apalagi PT, hanya UD alias Usaha Dewe :P
Ya berkat seo, company profile perusahaan keluarga bisa masuk pejwan dan omzet pun berlipat-lipat jadinya, bukan sombong, tapi supaya teman-teman bisa termotivasi ajah untuk belajar seo hehehe...
Oke back to topic, kali ini saya ingin mengajak sobat semua untuk "ngoprek" alias membongkar plugin google xml sitemap supaya lebih seo friendly (khusus wordpress selfhosting).
Apa Itu Sitemap?
Sitemap ya berarti peta situs secara harfiah. Yang dimaksud peta berarti penunjuk, nah penunjuk ini ada 2 : Pertama penunjuk / daftar isi situs kita yang diperuntukkan bagi visitor (manusia) supaya bisa menjelajahi situs kita dengan mudah.
Yang kedua adalah peta / daftar isi situs kita yang diperuntukkan bagi robot (robot juga butuh peta situs ya ternyata). Nah yang akan dibahas kali ini adalah sitemap / peta situs yang ditujukan untuk robotnya si mbah google.
Plugin XML Sitemap Untuk Robot Search Engine
Bagi yang memakai engine wordpress mungkin sudah tidak asing dengan plugin google xml sitemap yang bisa men-generate sitemap secara otomatis, sitemap yang dihasilkan akan berbentuk file .xml (selengkapnya tentang sitemap silahkan baca di sini).
Mengapa Harus Mengoprek Plugin Google XML Sitemap?
Sebelum kita tau alasannya lebih baik kita lihat dulu hasil sitemap dari plugin tersebut. Caranya cukup mudah, tambahkan "/sitemap.xml" di akhir jika sobat menggunakannya sehingga akan menjadi "hxxp://namadomain.com/sitemap.xml". Berikut ini tampilannya
Sepintas tidak ada yang aneh atau salah dengan sitemap diatas. Tapi mari kita berfikir sejenak. Yang namanya sitemap itu kan untuk memudahkan robot menelusuri link-link yang ada di situs kita (isi file itu hanyalah link / internal link di blog kita), seharusnya tidak ada link keluar selain link blog kita (yang ane kasih tanda merah).
Cara yang akan kita terapkan memang sedikit "nakal" yaitu membuang link yang tidak perlu (link ke web si author dan link tentang sitemap itu sendiri).
Cara Membuang Link Keluar (Outbond Link) Pada Sitemap XML
Setelah muter-muter nyari caranya akhirnya ketemu juga :D Kita ga bisa edit dari dashboard wordpress kita karena file .xml ini sebenarnya dibungkus oleh css yang sudah di atur oleh pembuat pluginnya.
So, we must edit the css included in the plugin. Cara satu-satunya ya lewat cpanel kita, ane sih cuman tau cara ini hehehe...
Login ke cpanel > File Manager > public_html > wp-content > plugin > google-sitemap-generator > Pilih file "sitemap.xsl" dan edit.
Sobat akan menemukan kode seperti kode css, nah kode ini lah yang akan kita edit. Cari kode <div id="intro">, jika sudah ketemu hapus kode tersebut sampai kode penutup element "intro" tersebut yaitu kode </div>.
Save jika sudah. Langkah selanjutnya kita akan membuang footer-nya juga. Cari kode <div id="footer"> dan hapus semua isi nya sampai tag penutupnya yaitu </div>. Save. Hasilnya akan seperti in
Nah sekarang coba sobat lihat lagi sitemap blog sobat, bagaimana? Sudah hilangkan outbound link nya? Selamat mencoba "ngoprek" plugin google xml sitemap dan semoga bermanfaat :)
Mungkin sobat sudah sering mendengar tentang css, dan bagi beberapa sobat mungkin juga masih bingung tentang apa itu css, sama seperti saya hehehe....
Sebagi seorang blogger, apalagi webmaster or designer or whatever lah :D memahami css sangatlah penting, ya walaupun tidak secara keseluruhan, at least kita tahu lah apa itu css :)
Apa Itu CSS?
CSS adalah singkatan dari Cascading Style Sheets, yaitu suatu bahasa stylesheet yang digunakan untuk mengatur tampilan dokumen HTML.
CSS telah distandarisasi oleh W3C (World Wide Web Consortium) dan merupakan kumpulan dari tag html yang kita buat kedalam satu file dan dengan metode penulisan tertentu
Mengapa Harus Menggunakan CSS?
Sebenranya sih tanpa menggunakan css juga tidak apa-apa, toh HTML sendiri bisa kok mengatur tampilannya sendiri, tapi coba sobat bayangkan, jika mengelola suatu blog kemudian ingin merubah warna atau jenis text atau object tertentu, pasti akan ribet karena kita harus merubah satu per satu halaman html tersebut.
Dengan adanya css bisa membantu kita untuk mengatur tampilan si html, sehingga jika misalnya sobat memilik seratus halaman html maka kita tidak perlu merubahnya satu per satu, cukup dengan merubah css nya maka beres deh.
Cara Menggunakan CSS Di Dalam File HTML
Kita bisa menggunakan 3 cara untuk mengaplikasikan css di dalam html, yaitu Internal CSS, External CSS, dan Inline CSS
1. Internal CSS
Disebut internal karena kita menuliskan file css ini di dalam file html secara langsung (jadi satu dengan kode html-nya), contohnya sebagai berikut :
<html>
<head>
<title>CSS Pertamaku</title>
<style type="text/css">
p {color: white;}
body {background-color: black;}
</style>
</head>
<body>
<p>Ayo belajar CSS</p>
</body>
</html>
Yang berwarna biru itu adalah kode css yang mengatur tag p (paragraph)
2. External CSS
Berbeda dari Internal CSS, External CSS adalah file css yang tidak ditulis dalam file html secara langsung, file css ini berada terpisah dengan ekstensi .css dan dipanggil untuk mengatur html dibawahnya, contohnya sebagai berikut :
<html>
<head>
<title>CSS Pertamaku</title>
<link rel="stylesheet" type="text/css" href="file.css"/>
</head>
<body>
<p>Ayo belajar CSS</p>
</body>
</html>
Yang berwarna biru adalah lokasi file css dimana file tersebut berada pada folder yang sama dengan file html-nya.
3. Inline CSS
Jika Internal dan External CSS ditulis diantara tag <head> dan </head>, maka Inline CSS adalah penulisan secara langsung atau "gandeng" dengan kode html yang akan di atur oleh css tersebut, contohnya sebagai berikut :
<html>
<head>
<title>CSS Pertamaku</title>
</head>
<p style=”background: blue; color: white;”>Ayo belajar CSS</p>
</body>
</html>
Yang berwarna biru adalah script css.
Sintaks (Cara Penulisan) CSS
Secara garis besar, penulisan css menggunakan 3 komponen, yaitu : Selector, Property, dan Value. lebih tepatnya seperti ini selector {property1: value; property2:value; dst}.
Misalnya jika dalam file html menggunakan paragraf rata tengah penulisannya adalah <p align="center">, dimana p adalah tag dan align="center" adalah atributnya, maka untuk sintaks css nya adalah p {text-align: right;}.
- Selector
Selector pada CSS sama dengan tag atau komponen pada HTML yaitu yang terdapat antara tanda < dan tanda > misalnya <h1>, <p>, <b>, dll.
- Property
Property pada CSS sama dengan atribut pada HTML yaitu. berfungsi untuk memberi nilai dari selector.
- Value
Value adalah nilai yang kita berikan kepada property
Penulisan Comment Pada CSS
Seperti bahasa-bahasa lainnya, css juga mengenal adanya comment yang bertujuan untuk mempermudah kita ketika melakukan penulisan. Penulisan comment pada css adalah dengan kode pembuka /* dan ditutup dengan kode */ contoh
/* ini comment, ga bakal dieksekusi */
Penggunaan Class dan Id Selector Pada CSS
Class Selector
Class Selector adalah penggunaan beberapa selector yang digunakan lebih dari satu kali. Untuk menuliskan class pada css dimulai dengan dot atau titik.
/* diawali dengan titik (dot) */
.nama-class {property:value;}
.testing {font-size: 12px;}
Jika ingin menempelkan class pada tag html maka penulisannya adalah
/* diawali dengan tag html dan titik */
taghtml.nama-class {property:value;}
h2.testing {font-size: 18px;}
Jika menggunakan class selector diluar tag html maka harus ditulis diantara <div class="nama-class"> dan </div>, contoh :
<div class="testing">
<h1>belajar css</h1>
</div>
Untuk class yang menempel pada tag html maka penulisaanya adalah <tag html class="class-name"></tag html>, contoh :
<h1 class="testing">belajar css</h1>
Id Selector
Id Selector sebenarnya sama dengan class selector, perbedaanya hanyalah pada penggunaan dan penulisan sintaksnya. Id selector adalah selector yang hany boleh dipakai sekali dalam keselurah file html. Untuk penulisan id selector adalah dengan menggunakan pagar.
/* diawali dengan tanda pagar */
#id-class {property:value;}
#bunting {font-size: 12px;}
Untuk selector yang menempel pada tag html maka penulisannya adalah
/* diawali dengan tag html dan pagar */
taghtml#id-class {property:value;}
h2#bunting {font-size: 18px;}
Untuk penggunaannya sama dengan class selector dimana jika digunakan diluar tagh html maka harus ditulis diantara <div id="id-class"> dan </div>, hanya beda di class dan id saja, contoh
<div id="bunting">
<h1>belajar css</h1>
</div>
<h1 id="bunting">belajar css</h1>
Ada banyak keuntungan jika kita bisa memahami css serta mengaplikasikan css, contohnya ketika melakukan optimasi seo on page dengan tag heading dinamis dimana css bisa digunakan untuk mengatur besar font ketika menjadi H1 dan H2 agar terlihat sama dan tidak amburadul.
Itulah sekelumit pengethuan saya tentang css hasil dari searching di mbah Google, semoga bermanfaat.
Masih seputar wordpress, jika sebelumnya membahas tentang judul dan deskripsi dinamis pada wordpress maka kali ini Terraligno ingin mengulas tentang
dynamic tag heading
atau tag heading dinamis pada wordpress.
Seperti kita ketahui, penggunaan heading sangat penting untuk menunjang seo on page blog kita, dalam hal ini adalah penggunaan satu heading H1 saja pada setiap halaman. Heading H1 dianggap penting oleh mesin pencari karena heading ini lah yang menunjukkan mana teks yang terpenting dalam suatu halaman website atau blog.
Secara default, wordpress menggunakan heading H1 untuk judul blog di semua halaman, hal ini kurang menunjang dari sisi seo on page dimana kita akan mengoptimalkan judul artikel / post sebagai H1 ketika berada di halaman artikel / post tersebut.
Diatas sudah disebutkan bahwa heading H1 sebaiknya cukup satu saja, sehingga dalam kasus ini kita juga akan merubah judul blog menjadi H2 ketika di halaman artikel dan kembali ke H1 di halaman selain artikel serta halaman-halaman lainnya, so ini lah yang disebut tag heading (H1 dan H2) dinamis.
Heading Dinamis H1 dan H2 Untuk Judul Blog
Langkah pertama dalam membuat heading dinamis pada wordpress adalah melakukan perubahan pada header.php. Buka file tersebut dan cari kode yang menunjukkan heading H1 untuk judul blog, biasanya kode tersebut adalah seperti ini :
<h1><a href="<?php echo home_url( '/' ); ?>"
title="<?php echo esc_attr( get_bloginfo( 'name', 'display' ) );
?>"><?php bloginfo( 'name' );
?></a></h1><p><?php bloginfo( 'description' );
?></p>
Perlu dicatat, tiap theme berbeda tapi secara garis besar akan tampak seperti itu. Nah langkah selanjutnya adalah melakukan pengecekan untuk menggunakan heading H1 pada halaman depan dan menjadikannya H2 pada halaman artikel atau page.
Rubah kode tersebut dengan kode berikut ini :
<?php
if ( is_front_page() ) { ?>
<h1><a href="<?php echo home_url( '/' ); ?>" title="<?php echo esc_attr( get_bloginfo( 'name', 'display' ) ); ?>"><?php bloginfo( 'name' ); ?></a></h1><p><?php bloginfo( 'description' ); ?></p>
<?php } elseif ( is_single() or is_page() or is_category() or is_tag() or is_archive() ) { ?>
<h2><a href="<?php echo home_url( '/' ); ?>" title="<?php echo esc_attr( get_bloginfo( 'name', 'display' ) ); ?>"><?php bloginfo( 'name' ); ?></a></h2><p><?php bloginfo( 'description' ); ?></p>
<?php } else { ?>
<h1><a href="<?php echo home_url( '/' ); ?>" title="<?php echo esc_attr( get_bloginfo( 'name', 'display' ) ); ?>"><?php bloginfo( 'name' ); ?></a></h1><p><?php bloginfo( 'description' ); ?></p>
<?php }
?>
Setelah itu save file header.php sobat. Langkah selanjutnya adalah merubah tag heading pada halaman artikel / post serta halaman page.
Heading Dinamis H1 dan H2 Untuk Judul Artikel
Untuk halaman posting / artikel, pengaturan heading dll terletak di file single.php, silahkan sobat buka file tersebut. Kode yang menyatakan heading untuk judul artikel kurang lebih seperti ini
<h2><?php the_title(); ?></h2>
Cukup ganti h2 dengan h1 sehingga akan kode tersebut menjadi
<h1><?php the_title(); ?></h1>
Setelah save hasil perubahan sobat. Lakukan hal yang sama untuk halaman page yang berada pada file page.php. Selesai deh oprek theme wordpress agar menjadi search engine friendly dengan tag heading dinamis.
Cara dan kode diatas masih bisa di explore lebih jauh, tergantung selera sobat. Untuk meta keyword dinamis silahkan baca juga : "membuat meta keywords dinamis pada wordpress".
Selamat mencoba dan semoga bermanfaat :)
Lama juga tidak update blog ini, pada kangen gag? :D Maaf sob, selain sibuk di dunia offline saya juga ngurusin beberapa blog yang sedang dalam tahap pembangunan, yah biasa lah, mencoba untuk membuat blog diantara ratusan juta atau bahkan milyaran blog yang ada di dunia maya hehehe...
Tapi sesibuk-sibuknya saya, blog ini juga tidak akan saya lupakan, komentar-komentar masih selalu saya pantau karena moderasi komentar langsung masuk ke bb saya kok :D blog ini adalah blog yang penuh sejarah wkwkwkwk :D karena dari blog ini saya belajar seo dan hasilnya sampai sekarang juga kagak ngerti-ngerti sama seo samapi terseok-seok :D
Well, back to topic, mungkin judulnya agak lucu tapi sebenernya ini penting lho. Hal ini sudah saya buktikan sendiri, bagaimana Terraligno yang tidak diupdate dalam jangka waktu yang lama eh alexa nya malah mengecil bahkan di bawah 100rb. Visitor pun juga naik dari yang semula 1500 sekarang bisa 2000 uv per day.
Apa rahasianya? Wah gag ada rahasia2an sob, kalau ditanya faktor apa yang paling mempengaruhi mungkin jawabannya adalah faktor seo on page dan pemilihan artikel.
Mungkin sudah banyak yang paham ya kalau seo on page, di blog ini juga sudah pernah saya tulis seperti memasang meta tags, optimasi heading, optimasi keyword, dll. Nah kalau yang pemilihan artikel bagaimana tuh? Hehehe.. baca ajah kelanjutannya sob :)
Bertahan Di SERP Dengan Artikel Berkualitas
Sebelumnya saya sudah pernah menulis tentang cara mempertahankan posisi serp artikel kita, dan inti dari pembahasan tersebut adalah tentang bagaimana kita bisa menulis sesuatu yang original, bermanfaat, dan tentunya dibumbui oleh beberapa faktor seo.
Topik Abadi dan Banyak Dicari Oleh Pengunjung
Inilah yang ingin saya tulis sebenarnya dan ini juga berdasarkan pengalaman pribadi saya sob :) Seperti kita ketahui, ada banyak cara dan teori seo yang ada di internet, salah satunya adalah teori tentang "update blog secara rutin".
Saya tidak menyalahkan teori tersebut, tapi bagi blogger pemalas seperti saya ini teori tersebut rasanya berat untuk dipraktikkan, bener gag? :D
Nah, berangkat dari situ akhirnya saya memutuskan blog ini hanya akan membahas niche khusus yang banyak dicari dan tidak ada matinya, yaitu niche tentang seo dan blogging. Waktu demi waktu blog ini pun mulai bisa bersaing di dunia persilatan serp. Tapi saya pun merasakan bahwa dengan 1 niche tentu masih kurang untuk mendongkrak visitor.
Saya yakin pasti sobat pernah melihat blog yang isinya seputar jadwal, hasil pertandingan, gosip terkini, dll. Yup itulah cara agar blog semakin ramai dan ramai akan pengunjung, istilahnya nembak keyword musiman dan menjadikan blog tersebut sebagai blog berita.
Pernah saya mencoba melakukan itu dan hasilnya? Cuapek pwol notok njedug sob :D namanya juga blogger pemalas (jangan ditiru ye) :P Dan akhirnya saya meninggalkan cara tersebut.
Eng....ing...eng... karena malas dan capek itulah akhirnya saya menemukan cara yang lumayan bagus lah kalau buat newbie seperti saya ini untuk bisa mendapatkan visitor, apa itu? Membuat blog campur sari alias blog dengan beberapa niche.
Eits... tidak asal campur ya, ada beberapa kriteria yang bisa dijadikan patokan untuk menjadi bahan campuran kita ini :D Apa itu? Ya syaratnya harus banyak dicari oleh orang dan tidak akan mati untuk jangka waktu yang lama.
Gampangnya begini, di dunia ini perbandingan pria dan wanita adalah 1:3, artinya buatlah artikel yang berisi seputar wanita. Di dunia ini banyak yang ingin cantik, artinya buatlah artikel yang berhubungan dengan kecantikan. Di dunia ini banyak yang sakit dan ingin sehat artinya buatlah artikel yang berhubungan dengan kesehatan :D
Intinya, kita membuat beberapa niche dalam satu blog tapi berisi niche yang selalu dicari oleh orang. Jika dirangkum mungkin niche2 tersebut adalah niche seo, tutorial blogging, kesehatan, wanita, dll. Mungkin sobat bisa menambahkan? :D
Untuk riset keyword-nya sudah pernah saya tulis kok (Baca : Cara Mencari Keyword Yang Banyak Dicari Pengunjung), dan tentu saja seo juga dilakukan semaksimal mungkin. Ups ada yang ketinggalan, berdoa juga sob, ini mah yang paling manjur :)
So,
blog campur sari atau gado-gado? Why not?!?
Semoga bermanfaat.